Rabu, 25 April 2012

DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN TAPIN MELAKSANAKAN KEGIATAN DIKLAT PERKOPERASIAN BAGI PENGELOLA


Perindagkop UKM Tapin. (05-04-2012)   Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Tapin telah selesai melaksanakan kegiatan Diklat Perkoperasian bagi Pengelola Koperasi di Kabupaten Tapin selama 4 (empat) hari yang dimulai tanggal 02 April sampai dengan  05 April 2012.  Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Badan Diklat Perkoperasian dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan yang.  Adapun pengajar pada kegiatan ini adalah  Djoni Tua Simanjuntak, S.Sos yang merupakan pengajar pada Balai Diklat Perkoperasian dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan.

Jumlah Peserta pada kegiatan ini berjumlah 30 orang yang merupakan Pengelola Koperasi yang baru dibentuk serta pengelola yang baru diangkat.  Pada sambutan Pembukaan kegiatan Diklat ini Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Tapin yang diwakili oleh Kabid Koperasi dan UMKM (H. Suriani Ibus, S.Sos) mengatakan bahwa kegiatan Diklat ini selain sebagai ajang pencerahan juga merupakan ajang silaturahmi antar gerakan Koperasi.  Diharapkan setelah kegiatan ini selesai, ilmu yang baru diterima ini dapat dipraktikan di Koperasinya masing-masing.

Adapun Materi yang diberikan selama 4 hari pelaksanaan Diklat ini berjumlah 40 JPL dengan perincian sebagai berikut :

NO
MATERI  DIKLAT
JPL
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
 Orientasi/Pre-Test
Pembukaan
Kebijakan Pemberdayaan Koperasi
Laporan Pertanggungjawaban Pengurus
Administrasi Koperasi
Pemberdayaan Anggota Koperasi
Hakekat Usaha Koperasi
Kemitraan/Kerjasama Koperasi
Pengelolaan Usaha Koperasi
Struktur Permodalan Koperasi
Struktur Keuangan Koperasi
Administrasi Keuangan Koperasi
Pengelolaan Pendapatan, Pengeluaran dan SHU
Program Kerja
RAPB Koperasi
Evaluasi dan Post Test
Penutupan

2
1
3
4
2
2
2
2
2
2
2
4
2
3
3
2
2

JUMLAH
40


Pada akhir kegiatan kepada peserta langsung diberikan sertifikat pelatihan yang diikutinya dan uang saku dan uang transport. (Firnadi).

Minggu, 01 Januari 2012

RAKORNAS PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM TAHUN 2011


1.                                                                                                                                                    Kegiatan Rapat Koordinasi Nasional  Pemberdayaan Koperasi dan UKM Tahun 2011  dilaksanakan di Hotel Mercure Taman Impian Jaya Ancol Jakarta tanggal 07 s/d 10 Desember 2011 yang dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas yang menangangani Koperasi dari seluruh Indonesia.
2.                                                                                                                                                       
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarif Hasan dalam pindato sambutannnya mengakui, secara makro kinerja kementerian yang dipimpinnya masih banyak kelemahan. Sehingga dari sisi mikro, kinerjanya perlu dievaluasi, terutama memakai sistem SWOT (strengths, weakness, opportunities, dan threats).  Dengan begitu diyakini akan membuat kondisi kinerja Kementerian Koperasi dan UKM lebih baik.  ’’Meski ada kelemahan, saya yakin dan optimistis melalui sistem analisis SWOT, kondisinya akan lebih membaik. Karena itu kepada seluruh peserta rakornas saya meminta agar terus memberdayakan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh daerah masing-masing,’’ ujarnya.

Bagaimana memperkuat pelaku sektor riil, salah satunya caranya seluruh dana dekonsentrasi (dekon) maupun bantuan sosial (bansos) harus sampai ke seluruh daerah. Artinya, spending atau APBN yang dipersiapkan pemerintah harus sampai ke koperasi dan UKM. Apabila dana dekon dan bansos tidak sampai ke penerima, berarti APBN yang telah dipersiapkan tersendat. Akibatnya, program pemberdayaan terhadap koperasi dan UKM ikut tersendat juga. Seluruh kadis koperasi dan UKM harus mengoptimalkan dukungan terhadap program pemberdayaan koperasi dan UKM ke depannya. Dengan demikian sasaran perkuatan kapasitas pelaku sektor riil bisa tercapai.  ’’Saya meminta agar pemberdayaan koperasi dan UKM di seluruh daerah agar dikaitkan dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan salah satu implikasinya meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.   Saat ini jumlah per kapita masyarakat sekitar USD 3.561 per tahun, dan pada 2014 ditargetkan makin membaik ke posisi USD 4.500 per orang. Melalui sinkronisasi MP3EI dengan pemberdayaan KUMKM, pemerintah optimistis itu bisa tercapai,’’ tuturnya.

Sementara itu, Deputi Pengkajian Kemenkop dan UKM akan menyelenggarakan simposium nasional Pengembangan UKM Inovatif melalui incubator Bisnis di Institute Pertanian Bogor (IPB-International Convention Center, Botani Square, pada Sabtu (10/ 12). Ini dalam upaya meningkatkan daya saing suatu bangsa dan Negara dengan cara mengembangkan UKM yang inovatif.
’’Untuk itu, peranan incubator bisnis menjadi sangat penting dan strategis untuk melahirkan UKM-UKM inovatif. Karena melalui incubator calon-calon wirausaha baru berbasis Iptek dapat dikembangkan. Ini yang dilakukan juga oleh negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, Taiwan, Korea, Jerman, dan China,’’ ungkap Deputi Pengkajian Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta, di sela-sela rakornas.

Pengembangan incubator bisnis telah dirintis Indonesia sejak 1993, sempat berkembang sebanyak 56 incubator di perguruan tinggi negeri dan swasta dan oleh sektor perusahaan swasta, tapi perkembangannya belum menggembirakan. ’’Dalam kerangka ASEAN pada pertemuan leaders di Hua Hin, Thailand, para pemimpin ASEAN sepakat mengembangkan incubator bisnis di setiap negara. Indonesia khususnya melalui Kementerian Koperasi dan UKM mencoba membuat rintisan untuk pengembangan Model Incubator Bisnis di empat perguruan tinggi,” pungkasnya. (by : firnadi)

Selasa, 19 Juli 2011

PERINGATAN PUNCAK HARI KOPERASI KE-64 TAHUN 2011 DI KABUPATEN TAPIN


Rantau, 20-07-2011.  Gerakan Koperasi Kabupaten Tapin yang dimotori oleh Dewan Koperasi Indonesia Kabupaten Tapin pada hari Selasa, 19-07-2011 kemaren melaksanakan Peringatan Puncak Hari Koperasi untuk tingkat Kabupaten Tapin yang di pusatkan di Keecamatan Lokpaikat.

Persiapan rangkaian kegiatan ini sendiri dimulai dengan rapat pembentukan panitia dan rapat-rapat lanjutan diantara seksi-seksi kegiatan.  Dalam arahan persiapan puncak peringatan hari Koperasi itu sendiri Ketua Dekopinda Kabupaten Tapin H. Kaspul Khair mengatakan bahwa untuk tahun ini kita melaksanakan peringatan secara sederhana dengan melibatkan gerakan koperasi Kabupaten Tapin dengan kegiatan diantaranya sholat hajat bersama gerakan Koperasi, Acara Puncak dan Saresehan.

Pelaksanaan Puncak Hari Koperasi yang dipusatkan di Pendopo Karaman Desa Lokpaikat Kecamatan Lokpaikat dimulai dengan sambutan dari Ketua Dekopinda Kabupaten Tapin dan dilanjutkan oleh sambutan oleh BUPATI TAPIN yang diwakili Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Tapin Bapak Drs. H. ABDUL HADI dengan membacakan Pidato Bupati Tapin pada Puncak Peringatan Hari Koperasi yang ke-64 Tahun 2011.

Pada kesempatan ini juga diserahkan Sertifikat Penghargaan kepada Koperasi yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara tepat waktu dengan tujuan bias memacu Koperasi lain untuk melaksanakan RAT.  Untuk  tahun 2011 ini Koperasi di Kabupaten Tapin ada 3 (tiga) buah Koperasi yang berhasil mendapat predikat Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yaitu atas nama KPRI Mekar Sari (Binuang), KPWRI Bina Lansia (Rantau) dan Kopkar Tirta Bastari (Rantau).

Penutup dari rangkaian Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-64 di Kabupaten Tapin adalah kegiatan Saresehan tentang Pengembangan Usaha Koperasi di Kabupaten Tapin dengan menghadirkan narasumber dari Disperindagkop dan UKM, Dinas Perikanan dan Peternakan, Badan Ketahanan Pangan dan dihadiri Pengurus, Pengelola dan Anggota Koperasi di Kabupaten Tapin.
 

Posting by : Firnadi